Jumat, 11 September 2009

Gangguan Jiwa , Depresi dan Stress- Part III

C. Peringatan Penting Bagi Yang Mengalami Depresi

Dalam sebuah Hadist disebutkan," Pena (untuk mencatat amal perbuatan) diangkat dari 3 hal, yaitu dari anak kecil hingga ia balig(dewasa) , dari orang yang tidur hingga ia bangun, dari orang yan gila hingga ia sembuh".
Diantara yang karunia Allah kepada para Hamba-Nya adalah tidak mencatat perbuatan mereka pada waktu mereka salah , lupa dan dipaksa. Begitu pula kecenderungan, gerakan, perasaan, dan perbuatan-perbuatan yang tidak disadari. Semua itu tidak menjadi si hamba diHisab (dihitung amal perbuatannya). Misalnya, orang yang mengalami kesempitan dada, meneteskan air mata, ataupun memiliki pikiran atau perasaan yang ada didalam benaknya yang tidak bisa dikuasai dan tidak bisa diutarakan. Semua itu tidak menjadikan dia diHisab.
Rasulullah SAW bersabda "sesungguhnya Allah memaafkan umatku atas apa yang bergejolak didalam dirinya , selam ia belum melakukan atau mengucapkannya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam hadist Al-Bukhari disebutkan, Rasulullah SAw pernah bersama dengan para sahabat beliau mengunjungi Sa'ad bin UBbadah, Rasulullah menangis. Takala orang-orang melihat Rasulullah menangis, mereka semua ikut menangis. Kemudian Rasullullah bersabda, " Tidakkah kalian semua mendengar bahwasanya Allah tidak akan menyiksa lantaran air mata atau kesedihan hati ? Akan tetapi Allah akan menyiksa atau mengasihani ini (Beliau menunjukkan lisan atau mulut beliau.)"
Beliau meneteskan air mata dihadapan anak perempuan beliau tatkala sang putri sedang menghadapi sakratulmaut. Kemudian beliau ditanya atas hal tersebut beliau menjawab " Ini adalah rahmat yang Allah ciptakan didalam hati Hambanya." (HR Al Bukhari dan Muslim)
Adapun perbuatan yang dapat dikendalikan oleh si Hamba, baik berupa perkataan maupun perbuatan, maka hal itu kelak akan diminta pertanggungjawabannya, misalnya menampar pipi orang lain, merobek saku orang lain, mengucapkan harapan untuk mati dan tidak menerima takdir, meratap ataupun mencoba untuk bunuh diri. Dalil-dalil mengenai hal tersebut banyak sekali. Diantaranya adalah sabda Rasullulah SAW :" Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, dan menjerit dengan panggilan Jahiliah." (HR Al- Bukhari)
Rasullulah bersabda :" Jangan sekali-sekali kalian mengharapkan kematian lantaran adanya bencana yang menimpa. Seandainya harus mengharap kematian, maka hendaknya dia berkata, "Ya Allah berilah aku hidup selama hidup itu baik bagiku dan berilah aku mati jika mati itu baik bagiku."(HR- AL Bukhari)
Dalam Sahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan, " Barang siapa melakukan bunuh diri dengan menggunakan besi, maka besi yang ada ditangannya itu nantinya akan menyakiti perutnya didalam neraka selamanya. Dan barang siapa yang dengan sengaja meminum racun, kemudian racun itu membunuh dirinya, maka nanti dia akan merasakn racun itu selamanya didalm neraka. Dan barang siapa yang menjatuhkan dirinya dari atas Gunung, dan mengakibatkan dirinya mati maka dia nantinya akan jatuh kedalam neraka selamanya (Al-Bukhari dan Muslim)
Siksa yang dijanjikan bagi orang yang bunuh diri yang terdapat dalam hadist tersebuthanyalah bagi orang yang mukalaf yaitu orang yang telah baligh atau berakal. Adaapun sebagian orang yang menderita depresi biasanya tidak berada dalam kesadaran. Oleh karena itu ia dibebaskan dari bebabn atau dosa atas perbuatannya, bunuh diri sekalipun yang dikarenakan rasa sakitnya itu.
Jika memang demikian maka urusannya hanay ada ditangan Allah SWT. Kita tidak bisa menuduh bahwa jika ada orang yang bunuh diri maka tentulah ia termasuk ahli neraka.
Dokter jiwa yang menangani orang yang terjangkit penyakit jiwa hendaknya memaksa orang tersebut untuk berobat, karena ia (sipenderita) tidak berada dalam keadaan sadar. Adapun orang yang mengkonsumsi obat-obatan secara over dosis supaya dia mati maka hal itu merupakan tindakan bunuh diri. Na'uudzu billah min dzaalik. ( Syeik Dr. Said Abdul Azhim )

D. Pengobatan Spritual Terhadap Depresi (Continue Part IV)

0 komentar:

Poskan Komentar