B. Penyebab Depresi
Penyakit yang diutarakan tersebut memiliki beberapa sebab yang bersifat eksternal dan internal.
I. Sebab-sebab Eksternal
a. Sebab Lingkungan
Penyebabnya adalah kejadian-kejadian yang terjadi di dunia. Misalnya, kehilangan sesuatu yang amat berharga, baik orang tercinta, harta benda maupun kedudukan sosial.
Orang yang kehilangan sesuatu yang amat dicintainya akan melewati tahap-tahap tertentu dalam merespons rasa kehilangan tersebut.
Tahap Pertama : pengingkatan atau rasa tidak percaya atas kehilangan tersebut.
Tahap Kedua : ketidak percayaan itu semakin bertambah, sehingga tidak lagi merasakannya.
Tahap Ketiga : Tahap menangis dan kegundahan hati serta hilangnya selera makan, berhubungan seks, atau lainnya. Disamping juga bentuk-bentuk gejala depresi atau kesedihan yang ringan dan sejenisnya.
Tahap keempat : menerima kenyataan.
b. Obat-obatan
Beberapa penelitian membuktikan bahwa sebagian obat-obatan dapat mengakibatkan perubahan kimiawi didalam otak, yang bisa mengakibatkan efek samping berupa depresi.
Diantara contoh obat-obatan tersebut adalah obat-obatan untuk tekanan darah tinggi, liver dan rematik.
c. Narkotika
Berhenti dari mengonsumsi obat-obatan psikotropika, sebagaimana minuman beralkohol dapat menyebabkan timbulnya depresi. Bahkan itu terkadang sampai berkaitan juga dengan upaya bunuh diri. Begitu juga halnya obat-obatan yang mempunyai fungsi agar tubuh bisa selalu terjaga dari rasa kantuk yang biasa digunakan oleh para remaja atau sopir-sopir mobil angkutan untuk membuat mereka terjaga di sepanjang jalan.
Obat-obatan ini memiliki baham amfetamin. Jika orang berhenti mengkonsumsi amfetamin bisa menimbulkan depresi, sehingga dia akan mengambil dan mengonsumsinya lagi untuk menghilangkan rasa depresi tersebut. Begitu seterusnya, sehingga orang yang kecanduan ini akan selamanya tidak dapat keluar dari ketergantungannya dari obat-obatan.
II. Sebab-sebab Internal (yang berkaitan dengan faktor keturunan atau susunan sel otak, atau juga penyakit-penyakit organik)
a. Faktor Keturunan
Studi medis menetapkan bahwa sebagian manusia berpotensi menderita depresi. Sebagian orang yang sakit memiliki keluarga atau kerabat yang terjangkit oleh penyakit depresi. Hal ini bukan berarti bahwa setiap orang yang terkena penyakit depresi akan menularkannya kepada kerabat dekat atau anak-anaknya.
b. Penyakit-penyakit Organik
Misalnya, kekurangan hormon kelenjar gondok. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya penyakit depresi. Begitu juga kekurangan beberapa vitamin B12
c. Sebab-sebab yang tidak diketahui
Terkadang manusia menderita kesedihan tanpa diketahui penyebabnya yang jelas, Kebanyakan penyakit ini tidak hanya timbul lantaran pengaruh dari satu sebab saja, tetapi juga lantaran reaksi dari beberapa sebab secara keseluruhan, yaituyang bersifat eksternal dan internal yang mana satu sama lainnya dapat menyebabkan timbulnya depresi.
Dari paparan diatas, jelas bahwa depresi memiliki sebab yang banyak . Ini tidak seperti yang diungkapkan banyak orang yaitu jika orang mengalami depresi maka hal itu disebabkan kurangnnya iman atau agama saja. Jika kesimpulan orang-orang yang keliru ini diterima semakin bertambahlah depresi yang diderita. (Syeikh Dr. Said Abdul Azhim)
C. Peringatan Penting Bagi Yang Mengalami Depresi ( to be continue Part III)
Senin, 07 September 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)




0 komentar:
Poskan Komentar